Meningkatkan status Sertipikat HGB menjadi SHM

Tanah dengan status sertifikat hak Guna Bangunan (HGB) bisa dijadikan Hak milik HM dengan melakukan pengurusan pada kantor pertanahan di wilayah tanah tersebut berada. Berikut langkah-langkah mengurusannya:

  1. Siapkan Sertipikat asli HGB, yang akan diubah statusnya. tanpa sertipikat ini upaya untuk mengubah status akan sia-sia. Oleh karena itu perlu disiapkan lebih awal, dengan mengkopi sertipikat HGB
  2. Siapkan fotokopi izin mendirikan Bangunan (IMB), Hal ini berguna sebagai bukti legalitas yang memperbolehkan tanah digunakan untuk mendirikan bangunan.
  3. Fotokopi identitas diri, lampirkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) sebagai keterangan identitas pengajuan anda.
  4. Siapkan fotocopi SPPT PBB (pajab Bumi dan Bangunan) yang terakhir. Lampiran ini untuk melihat jejak rekam pajak, seperti luas tanah dan luas bangunan yang kena pajak.
  5. Mengajukan surat kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat. Surat ini sebaiknya sudah diproses sebelum anda mengajukan pengubahan status sertipikat HGB menjadi SHM ketika surat ini sudah ada, segeralah dikopi untuk beberapa lembar. Dan lampirkan yang asli bersama dengan lampiran yang lain.
  6. Membayar Biaya Peningkatan Status SHGB menjadi SHM. Besar biaya tergantung biaya NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun rumus menentukan biaya NJOP sebagai berikut 2% x (NJOP Tanah – Rp. 60.juta). Sebagai gambaran, untuk tanah seluas 100m2 di Jakarta dengan NJOP sebesar 1juta per meter persegi, Anda mesti membayar Rp. 800.000. Perlu diingat, angka variable tergantung daerahnya. Misalnya, Jakarta angka variablenya sebesar Rp. 60 juta, Tangerang sebesar 50 juta, bekasi sebesar 30 juta.
  7. Jika anda tidak mau report, bisa menggunakan Jasa Notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk pengurusan HGB ke SHM. Tentunya Anda harus siapkan dana sekitar 1 juta hingga 3 juta untuk jasa Notaris itu.

Sumber: TABLOID RUMAH